satu ditambah satu Maret 11, 2026

dari sekian hal-hal yang aku benci berupa kerapuhan keadaan keluarga yang disebabkan dari kemiskinan yang datang di hidupku ini, ternyata ada hal romantis juga yang ikut lahir.

momen terpuruk kehidupan hari ini membuat aku dan orangtuaku merasa mengalami hal yang sama. diam-diam situasi membuat kami menjadi lebih dekat dan turut bersinergi. kami jadi lebih saling mengerti satu sama lain, bersimpati, dan saling membantu. mungkin lebih tepatnya adalah "aku jadi lebih membuka diri," karena sebelumnya aku sangat tertutup dan minim conversation dengan mereka.

ramadhan pada tahun 2026 ini benar-benar menegaskan pendapatku bahwa seseorang yang menggantungkan penghasilan dari bisnis atau dagang di dunia food and beverage akan tercekik dan kewalahan jika tidak mempunyai inovasi dan kreatifitas yang nekat.

turut sedih, minggu lalu telingaku tak sengaja menangkap obrolan mereka. bapakku hanya mendapat lima ribu rupiah dari berjualan di  TPA dusun sebelah. bahkan pernah aku melihat dengan mata kepalaku, belum ada setengah jam berangkat jualan tiba-tiba sudah pulang karena hujan terlalu lebat dan disertai angin kencang. menangis tidak ada gunanya, tantrum apalagi, tak menghasilkan apapun. aku hanya bisa diam, melamun, dan kosong.

yang dikatakan orang-orang ternyata ada benarnya juga, sekuat apapun seseorang beridealis dan berprinsip, tak mustahil akan ada waktunya dia menabrak prinsipnya sendiri karena suatu keadaan yang tidak bisa dielak-kan adanya.

aku adalah salah satu orang yang sangat idealis dan berprinsip. aku orang yang tak pernah mau mengalahkan logika dan matematika. aku tak pernah setuju dengan pendapat "1 + 1 bisa menghasikan 18 jika dibumbui dengan doa."

pada akhirnya, pada lamunku yang kosong tersebut aku mencoba berdoa agar 1 ditambah 1 bisa menjadi 18.

Ngemplak, 11 Mar 2026