bukan enstein April 15, 2026

tadi malem ada tiga temen yang main ke rumah gue. kami ngobrol-ngobrol lama sampai sebelum mereka tertidur di kamar gue.

ada salah satu orang, yang dari dulu di mata gue jelek aja citranya. ga bisa mandiri, egois, suka nyuruh orang, hutang banyak, pengeluaran banyak, makan harus selalu enak, numpang nama di setiap tugas kelompok, dan ga mau belajar memahami materi.

tadi malem adalah waktu pertama kali gue tau cerita hidupnya yang ga pernah dia ceritain ke orang-orang, apa lagi ke gue.

gue baru tau kalau ternyata di masa kecil saat sd, dia punya 2 ibu sebelum yang salah satunya diceraikan oleh bapaknya. bapaknya menikahi orang, dan memiliki 2 rumah yang berbeda. dia adalah anak laki-laki dan anak pertama, satu-satunya anak yang dididik keras, sering diancam, dipukul, dan dianiaya sampai hampir mati (katanya).

di tahun lahirnya adiknya yang ketiga, ayahnya mengalami kejayaan dan menjadi kaya raya. saat itu temen gue sekitaran umur remaja smp. waktu itu temen gue menempuh pendidikan pesantren di bantul. dengan keadaan keluarganya yang mendadak kaya raya, apapun bisa ia beli. entah dari mana uang ayahnya, temen gue punya atm yang dijadikan aliran dana dari penghasilan ayahnya. katanya dana yang mengalir minimal 25 juta setiap hari itu pasti.