In the end, almost everything will remain the same Februari 24, 2026

satu sisi yang pernah terjadi di dalam hidupku adalah tentang merasa gagal karena tak bisa satu level dengan teman-temanku di dalam dunia pemrograman. rasa gagal ini membuat diriku untuk berjanji agar mau mengejar mereka dan menjamin bahwa suatu saat pasti akan sampai seperti mereka.

dengan berjanji seperti itu artinya aku harus mengulang lagi ilmu-ilmu pemrograman dari awal agar lebih terstruktur dan mudah mencerna ilmunya. karena kemarin masih disibukkan dengan skripsi, maka kurencanakan setelah skripsi. paginya untuk bekerja, malamnya untuk melatih skill programming itu.

dan betul, waktu yang kujanjikan tadi sudah tiba pada hari ini. namun sayangnya, rencanaku tadi belum kunjung berjalan. niatnya pagi bekerja dan malamnya digunakan untuk upskill programming, eh malah harus bekerja lagi. pagi bekerja, malam bekerja lagi. kenapa? apa lagi kalau bukan karena keadaan ekonomi.

padahal katanya, "nanti juga akan ada waktunya."

bagi yang belum begitu tahu tentang bagaimana rasa terpuruknya ketika ekonomi sedang jatuh, mungkin ini menyebalkan yang agak lucu. suatu saat ketika kamu dewasa, bapak dan ibu kamu perlahan akan mencoba mengajakmu ngobrol, cerita, berbagi, menjadikanmu tempat mengeluh, dan mungkin juga minta dibantu dengan solusi. di titik ini kamu akan tahu, bagaimana rasanya mengetahui keadaan ekonomi rumah ketika sedang terpuruk.

pola keadaan betul-betul template. berencana, bersiap-siap, lalu dengan enaknya keadaan bilang "nanti dulu ya." ah, basi!

rencana upskill programming knowledge bukanlah satu-satunya, ada banyak rencana lain yang akhirnya bernasib sama. persis sebelum rencana yang ini, aku juga pernah berencana ingin mendaftarkan diri ke kelas pelatihan bahasa inggris.

in the end, everything remains the same. per hari ini, ibarat kata, aku belum bisa terbang setinggi atau seliar-liarnya. setidaknya aku bisa bermimpi dan berencana dengan liar juga.

Kalasan, 24 Feb 2026