29 Agustus 2025 Agustus 30, 2025

Hari dan Tanggal: Jumat, 29 Agustus 2025

Trigger Demonstrasi

Untuk diketahui, aksi unjuk rasa yang berlangsung pada 25 dan 28 Agustus 2025, merupakan buntuk kekecewaan masyarakat atas kenaikan tunjangan anggota DPR RI di saat perekonomian sedang lesu. (Kompas)

Hingga akhirnya, terjadi insiden pelindasan terhadap pengemudi ojol, Affan Kurniawan (21), oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob saat pembubaran demo di Pejompongan, Jakarta Pusat pada 28 Agustus 2025, malam. (Kompas)

Kemudian, Affan Kurniawan dikabarkan meninggal dunia. Akibatnya, aksi demonstrasi bertajuk solidaritas dan permintaan tanggung jawab berlangsung pada 29 Agustus 2025. (Kompas)

Oleh

  • Aliansi Jogja Memanggih: Mahasiswa, ojol, buruh, masyarakat sipil, dan pelajar.

Lokasi:

  1. Kampus UII Cik Di Tiro (Konsolidasi pada pukul 15.00 WIB)
  2. Polda DIY (Aksi demonstrasi oleh aliansi jogja memanggil pada pukul 17.00 WIB)

Tuntutan Demonstrasi:

  1. Usut tuntas represifitas polisi dan hukum mati untuk penabrak Affan Kurniawan, korban Kanjuruhan, pembunuhan Afif Maulana dan Gama serta brutalitas lain di lapangan.
  2. Reformasi total kepolisian RI dan copot Listyo Sigit selaku Kapolri yang membiarkan impunitas Polri selama ini.
  3. Terapkan pajak progresif atau pajaki orang kaya dan cabut kenaikan PBB, karena kita tahu bahwa kenaikan PBB hari ini membuat rakyat tercekik, bagaimana kita lihat di Pati, banyak sekali rakyat yang resah dengan kenaikan PBB
  4. Hentikan program MBG dan potongan anggaran hankam, kembalikan alokasi dana pendidikan dan kesehatan.
  5. Hentikan dan batalkan semua kebijakan yang mengarah kepada absoluditas struktur pemerintah dan militerisasi ruang sipil.
  6. Seret dan turunkan Prabowo Gibran beserta seluruh Kabinet Merat Putih dan DPR
  7. Sahkan RUU Perampasan Aset dan miskinkan seluruh koruptor beserta keluarganya.
  8. Bebaskan kawan kami di seluruh daerah karena kita tahu kemarin ketika aksi di Jakarta banyak sekali kawan-kawan kita yang ditangkap hingga hari ini belum dibebaskan, kami menyeruakan agar semua dari tahanan itu dibebaskan, karena mereka tidak bersalah, pejuang demokrasi, pejuang HAM. (Tempo)

Demo yang dilaksanakan di titik lain:

  1. Malang
  2. Solo
  3. Jakarta Pusat
  4. Semanggi
  5. Makassar
  6. Magelang
  7. Tegal
  8. Bandung
  9. Semarang
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menemui massa aksi yang berdemo sejak Jumat (29/8) sore hingga Sabtu (30/8) dini hari. Ini kata Sultan. (Detik Jogja)

Sultan Hamengku Buwana X menemui para demonstran dini hari ini. Dia menjanjikan akan menyampaikan aspirasi massa ke pemerintah. (Detik Jogja)

"Saudaraku-saudaraku semuanya warga masyarakat Jogja baik para mahasiswa maupun teman-teman dari ojol, dan warga yang lain yang dalam kesempatan pagi hari ini ada di sini, saya Hamengku Buwono X perlu menyampaikan dalam kesempatan ini saya menghargai apa yang Anda semua lakukan," ujar Sultan di Mapolda DIY, Sabtu (30/8/2025). (Detik Jogja)

Raja Keraton Ngayogyakarta itu bilang apa yang massa aksi inginkan merupakan salah satu dari keinginan bersama untuk tumbuhnya demokratisasi. (Detik Jogja)

"Saya pun sepakat dengan itu. Hanya saya berharap demokratisasi itu dilakukan dengan baik untuk mendidik kita semua termasuk diri saya pun juga," ujarnya. (Detik Jogja)

"Karena apa di Jogjakarta ini, tidak ada kebiasaan selalu terjadi kekerasan-kekerasan di dalam membangun demokratisasi," katanya. (Detik Jogja)

Dia kemudian meminta massa untuk segera membubarkan diri. (Detik Jogja)

"Saya kira itu yang bisa saya sampaikan karena waktunya juga sudah jam 1 malam ini. Mari kita sama-sama pulang dan tidur," ujarnya. (Detik Jogja)

"Kita sudah capek, semuanya ada di sini. Saya kira itu saja yang bisa saya sampaikan. Jadi nanti tindak lanjutnya nanti kita bisa didiskusikan," kata dia melanjutkan. (Detik Jogja)

Di kesempatan itu, Sultan juga mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya driver ojol Affan Kurniawan. (Detik Jogja)

"Jadi harapan saya yang pertama saya juga sangat prihatin dan mengucapkan duka cita saya atas meninggalnya Affan Kurniawan. Kenapa selalu ada korban dalam membangun demokratisasi," katanya.  (Detik Jogja)

Sultan bilang, Jogja selalu menghargai hak-hak warga. Oleh karena itu dia ingin agar semuanya bisa diselesaikan dengan dialog. (Detik Jogja)

"Kita di Jogja itu bisa diatur karena Jogja adalah lembaga pendidikan yang menghargai hak-hak warga masyarakatnya," katanya. (Detik Jogja)

"Sehingga harapan saya, kami selalu punya diskusi, punya dialog, dengan teman-teman dari ojol," ujarnya. (Detik Jogja)

Dia melanjutkan, jika ada problem Pemda DIY akan memfasilitasi dialog itu. Baik itu dilakukan langsung oleh Sultan atau lewat surat yang dikirim oleh ojol dan kemudian disampaikan ke pemerintah pusat. (Detik Jogja)

Sultan memastikan, dia siap menghibahkan pikiran dan tenaganya demi masyarakat. (Detik Jogja)

"Jadi kalau itu tetap, tenaga saya, pikiran saya dibutuhkan, silakan. Tapi saya harus dapat suratnya, karena surat itu sebagai dasar saya untuk mendiskusikan dengan pemerintah pusat. Silakan," katanya. (Detik Jogja)

"Tapi kalau datang ke kantor saya, sekarang nyerahkan surat ya 2-3 orang saja dengan semuanya. Silakan," ujarnya melanjutkan. (Detik Jogja)

Di depan massa aksi, Sultan bilang bahwa dirinya baru saja kembali dari Jakarta. Dia langsung berangkat ke Polda DIY untuk memantau langsung kondisi unjuk rasa. (Detik Jogja)

"Selanjutnya adalah bagaimana kekerasan-kekerasan yang terjadi di dalam membangun demokratisasi tadi bisa kita hindari tidak seperti itu, aspirasi akan bisa kita lakukan dengan dialog-dialog dengan anda," katanya. (Detik Jogja)

"Jadi memang sangat jelas saya memang butuh hadir di sini. Kebetulan saya baru malam ini baru pulang dari Jakarta dan ada acara di Jakarta. Jadi bagaimanapun saya ingin mendengar apa yang sebetulnya terjadi di Jogja," sambungnya. (Detik Jogja)

Di sisi lain, Sultan memastikan sebanyak 8 orang pendemo yang diamankan polisi akan dibebaskan hari ini juga. Hal itu berdasarkan kesepakatan yang tercipta dengan Kapolda DIY. (Detik Jogja)

"Yang kedua, saya suka juga berbicara dengan bapak Kapolda. Bersama saya ada 8 orang. Yang itu semua adalah teman-teman anda," katanya. (Detik Jogja)

"Bersama ini juga bersama saya juga berada di sini. Saya kembalikan kepada saudara-saudara. Karena itu teman anda, anda semua," imbuhnya. (Detik Jogja)

Dengan sudah dibebaskannya pendemo yang ditangkap, Sultan berharap nantinya bisa terbangun dialog terbuka. (Detik Jogja)

"Dengan demikian harapan saya, kita bisa membangun dialog yang berkelanjutan. Tapi dengan kembalinya, teman-teman anda 8 orang itu harapan saya mari, kita bisa berdialog lebih terbuka di antara kita," katanya. (Detik Jogja)

Insiden Jogja:
  • Seluruh pengendara jalan yang melewati depan Polda DIY dengan plat polisi dan plat merah dihancur-leburkan massa aksi
  • Salah sasaran. Satu kendaraan ber plat merah diserang, ternyata isinya bukan pejabat melainkan guru.
  • Satu mobil patroli berisikan dua polisi diserang hancur dan ditusuki besi serta kayu dari luar, polisi yang di dalamnya berlumuran darah dan chaos.
  • Dua mobil polisi dibakar. Satu dibakar oleh massa, satu dibakar oleh polisi sendiri.
  • Dini hari sekitaran subuh, polisi membakar kendaraan massa.
  • Beberapa orang hilang dan belum diketahui kabarnya hingga pagi hari.
Insiden Kota Lain:
  • Anggota paramedis di solo dipukuli polisi.
  • Satu massa aksi di solo ditembak.
  • Beberapa anggota polisi dipukuli dan dihantam batu di kepala hingga chaos di kota lain.